Tilakkhana

Dukkha Nirodha Sacca Dukkha Nirodha Sacca merupakan kebenaran mulia ketiga dari Empat Kebenaran Mulia tentang lenyapnya penderitaan. Melenyapkan penderitaan bukan berarti kita memaksakan kehendak untuk menghilangkan ataupun mengubah kondisi-kondisi penyebab penderitaan tersebut agar dapat sesuai dengan yang diinginkan. Perlu dipahami bahwa kemunculan kondisi-kondisi tersebut berada di luar kendali kita.

Paṭiccasamuppāda

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa Di dalam hidup ini, sering kita bertanya-tanya mengapa kita dilahirkan di sini? Mengapa kita bisa menderita? Mengapa mereka bisa bahagia? Apakah ada sesuatu yang sudah menetapkan hidup kita mesti demikian? Banyak manusia-manusia sibuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Mereka bertanya ke satu agama dan agama lainnya guna untuk mencari jawaban …

Panca Khanda

Dhammacakkappavattana Sutta Dhammacakkappavattana Sutta merupakan sutta yang berisi khotbah pertama Sang Buddha yang dibabarkan kepada lima orang pertapa (Kondañña, Vappa, Bhaddiya, Mahanama, dan Assaji) di Taman Rusa Isipatana pada bulan Asadha. Di dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan Empat Kebenaran Mulia (Catur Ariya Saccani/Cattari Ariya Saccani) secara terperinci.

Saddha

Saddhā Saddhā dalam bahasa Pali berarti keyakinan. Arti dari saddhā bukan hanya sekedar kepercayaan, tetapi lebih dari itu, saddhā adalah yakin. Kepercayaan seringkali merujuk pada kepercayaan membuta yang tidak dilandasi oleh suatu dasar pembuktian lebih lanjut sehingga seseorang percaya hanya karena alasan tradisi turun temurun ataupun rasa takut yang mengharuskannya percaya.